Social Icons

Pages

Senin, 24 Juni 2013

WAKTU ITU BERLALU

Waktu itu kau begitu dekat denganKu
Waktu itu tak ada waktu tanpaMu
Waktu itu kujalani hidupku dengan senyum dan tawaMu
Tak sanggup ku jauh darimu karena fikiran bodohKu

Yovie & The Nuno - Manusia Biasa (CLB)

Masih ku ingat selalu
Saat kau berjanji padaku
Takkan pernah ada cinta yang lainnya
Terasa begitu indah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Tapi semua berbeda
Saat kau kenali dirinya
Sadarkah dirimu diriku terluka
Saat kau sebut namanya

Reff:
Aku memang manusia biasa
Yang tak sempurna dan kadang salah
Namun di hatiku hanya satu
Cinta untukmu luar biasa
Andaikan saja kau tahu
Aku takkan mudah berubah
Aku kan bertahan selalu bertahan
Sampai waktu memanggilku
Repeat reff
Kemanakah dirimu yang dulu cinta aku
Dimanakah dirimu yang selalu merindukanku
Repeat reff [2x]
Namun di hatiku hanya satu
Cinta untukmu luar biasa
Cinta untukmu luar biasa

Senin, 17 Juni 2013

NINGSIH


Saat berjumpah denganMu
Ku yakin engkaulah  bidadari yang tersesat di bumi ini
Dari senyum manjamu
Canda tawamu
sudah tak di ragukan lagi kalau engkaulah bidadari itu

Selasa, 11 Juni 2013

Sejarah Associated Mission Aviation (AMA)

          Associated Mission Aviation (AMA) adalah Penerbangan Misi Katolik lahir di Tanah Papua pada tanggal 23 Maret 1959 dan merupakan satu-satunya penerbangan yang lahir di Tanah Papua dan hanya ada di Tanah Papua. AMA tidak berada di Luar Negeri maupun di Propinsi lainnya di Indonesia. Keberadaan AMA di Tanah Papua dipandang sangat perlu oleh pelayan Firman Misi Katolik demi mencapai dan membuka keterisoliran, meningkatkan taraf hidup dan martabat masyarakat pedalaman melalui pelayanan Firman Tuhan, Pengembangan Kesehatan, Pengembangan Pendidikan dan Pengembangan Sosial-Ekonomi. Sebagian besar saudara-saudara kita berdiam dan hidup di alam Tanah Papua yang begitu sulit dijangkau. 

Latar Belakang Associated Mission Aviation (AMA ) di Papua

Salah Satu pesawat milik AMA
         Ordo Fransiskan dari missionaris katolik memulai pelayanan di Papua (Nederlands Niew Guinea) pada tahun 1936, dengan daerah pelayanan di Arso, Waris, Ubrub dan Kokonao. Untuk mencapai wilayah-wilayah tersebut hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki. Pada Juli 1952, Pater C Kamerer melakukan perjalanan dari Enarotali ke Ilaga untuk melakukan pelayanan kepada umat. Karena perjalanan memakan waktu berbulan-bulan maka bekal yang dibawa juga banyak dan Pater dibantu oleh 5 orang penduduk setempat sebagai pembawa barang. Pada September 1952 lima pembawa barang ini kembali ke Enarotali tanpa Pater, karena waktu ditengah perjalanan mendengar bunyi-bunyian yang ditabuh oleh masyarakat lokal. Mereka ketakutan dan melarikan diri serta meninggalkan Pater seorang diri melanjutkan perjalanan.